Jenis-Jenis Format File Audio Serta Kelebihan dan Kekurangan

Setiap orang pasti sudah tidak asing dengan istilah dan beberapa jenis format audio, namun mungkin tidak semua orang mengerti apa itu audio. Audio sendiri merupakan suara yang dihasilkan oleh getaran benda dengan jumlah getaran paling tidak sebanyak 20 kali per detik. Jumlah ini adalah jumlah minimal agar bisa didengar manusia.

Bagi pengguna perangkat digital seperti smartphone ataupun laptop dengan fitur pemutar audio pasti setidaknya pernah melihat audio dengan format mp3, wma atau yang lainnya. Agar suara yang dihasilkan oleh sumber getaran bisa didengar manusia harus memenuhi 20Hz-20kHz.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, di dalam perangkat audio, biasanya terdiri dari berbagai format. Masing-masing format memiliki kelebihan dan kekurangan. Seperti berbagai format file berjenis audio berikut ini. Format-format ini akan membantu membedakan jenis file audio dengan jenis file lain.

Berikut jenis-jenis format pada audio file serta kelebihan dan kekurangannya:

WMA (Windows Media Audio)

Format pertama dari jenis file audio adalah WMA yang diluncurkan oleh Microsoft. Karena diluncurkan oleh Microsoft, maka penggunaannya pun secara khusus hanya untuk media player yang berada pada opertion system Windows.

Kelebihan:

  • Meskipun dikatakan khusus untuk pengguna sistem operasi Windows, kenyataannya audio dengan format WMA bisa diputar di media player lain. Meskipun tidak menggunakan sisten operasi Windows.
  • Didukung dengan adanya DRM (Digital Rights Managemet). Fitur ibi adalah fitur untuk mencegah pelanggaran hak cipta musik. Fitur ini sangat menguntungkan bagi para vendor musik online.
  • Didukung dengan software dan hardware yang memadai.
  • Kualitas musiknya lebih baik jika dibandingkan dengan format AAC atau MP3.

Kekurangan:

  • Ukuran file WMA cukup besar karena tidak dilakukan kompresi dengan maksimal. Karena itulah format ini jarang ditemukan di internet.

Format CD

Fornat CD ini menggunakan format file .cda yang merupakan sebuah proses untuk mengubah amplitudo gelombang bunyi ke waktu tertentu (sampling). Proses ini kemudian menghasilkan representasi berbentuk digital dari suara.

Kelebihan:

  • File audio yang menggunakan format .cda ini bisa langsung dijalankan menggunakan CD-ROM yang ada di perangkat laptop. Atau, bisa juga dengan menggunakan perangkat CD Player.

Kekurangan:

  • File dengan format .cda tidak memiliki informasi kode modulasi. Karena itu, ketika disalin ke perangkat lain seperti hardisk. Hasilnya, ketika file juga tidak akan bisa diputar.
  • Agar bisa diputar, maka jalan satu-satunya adalah dengan mengubah formatnya. Untuk mengubah format . cda menjadi format lain agar bisa disimpan dan diputar dengan perangkat lain, dibutuhkan software khusus pula.

Format AAC (Advanced Audio Coding)

AAC yang merupakan singkatan atau akronim dari Advanced Audio Coding ini merupakan salah satu jenis format audio yang menjadi bagian dari MPEG. Format ini menjadi bagian MPEG sejak standar MPEG-2 mulai diberlakukan di tahun 1997. Untuk sample yang ditawarkan format ini adalah antara 96KHz, yang setara 2 kali MP3.

Cara Kerja:

Format file ini bekerja dengan cara yang sedikit berbeda. Awalnya bagian dari sinyal yang tidak relevan akan dibuang. Selanjutnya bagian sinyal yang redudan juga dihilangkan. Jika sudah, kemudian terjadi proses Modified Discret Cosine Transform (MDCT).

Proses MDCT ini dilakukan berdasarkan kompleksitas sinyalnya. Jika ada Internal Error Comnection, maka akan dilakukan penambahan. Setelah ury baru sinyal dipancarkan ataupun disimpan.

Kelebihan:

  • Untuk ukuran atau kualitas bit yang cukup rendah, yakni berada di bawah 16Hz, kualitas suara yang dihasilkan tergolong cukup bagus.
  • AAC bahkan diklaim mampu menghasilkan suara berkualitas lebih baik dibandingkan MP3.
  • Channelnya banyak, yaitu berjumlah 48.
  • Rate untuk samplenya bisa mencapai antara 8Hz hingga 96kHz.

Kekurangan:

  • Untuk mendapatkan lisensi ACC tidak bisa didapatkan secara gratis.
  • Ketika file sudah dikompress dalam bentuk ACC maka tidak akan bisa diubah kembali ke bentuk awalnya. Hal inu karena adanya beberapa data yang menghilang.

Format WAV (WaveFrom Audio)

WaveFrom Audio (WAV) merupakan format selanjutnya yang juga sering ditemukan dan digunakan untuk menyimpan file berbentuk audio. Format ini dikembangkan oleh IBM serta Microsoft.

WAV ini menjadi standar yang digunakan untuk penyimpanan file berbentuk audio di dalam perangkat PC. Penyimpanannya pun menggunakan coding Pulse Code Modulation (PCM). Dengan coding ini detail audio analog tidak akan hilang meskipun diubah menjadi bentuk digital. Karena itulah format WAV ini banyak dipilih untuk melakukan editing berkualitas tinggi.

Jenis format ini menyimpan audio secara keseluruhan tanpa melalui proses kompressing. Karena itulah ukurannya juga lebih besar. Ukurannya yang besar ini jugalah yang membuat format file inj jarang digunakan untuk file audio yang biasa ditemukan di Internet.

Keunggulan:

  • Karena tidak melalui proses kompressing, maka suara yang tersimpan juga berkualitas sangat bagus.
  • Jika diperlukan, file audio dengan format WAV ini juga lebih mudah untuk dikompress menjadi format MP3 ataupun format audio lainnya.
  • Format WAV bisa diputar pada berbagai media pemutar. Apakah itu pemutar yang dijalankan melalui perangkat bersistem operasi Windows ataupun Mac bahkan browser pun bisa memainkan file ini.
  • Popularitasnya hampir menyamai dengan MP3 karena banyak juga digunakan pada perangkat handphone.

Kekurangan:

  • Ukuran file yang besar sehingga menghabiskan kapasitas penyimpanan hardisk. Untuk satu file saja bisa membutuhkan kapasitas penyimpanan maksimal mencapai 2GB.
  • File dengan format WAV ini juga sulit jika harus dibagikan melalui internet karena faktor ukurannya yang besar.

Format AIFF

File dengan format AIFF merupakan jenis file audio standar yang digunakan menyimpan data berupa audio atau suara di perangkat PC atau perangkat lainnya. Format file ini dikembangkan oleh perusahaan teknologi Apple pada 1988 lalu.

Untuk standar file yang digunakan AIFF adalah uncompressed PCM (Code Pulse-modulation). Ada pula varian yang sudah terkompresi yang kemudian dikemas dengan AIFF AIFF-C atau juga aifc.

Format Audio Interchange File Format (.aif) ini adalah format standar yang digunakan pada Macintosh. Macintosh ini sendiri merupakan software pendukung untuk Apple QuickTime Audio CD (.cda).

Format ini memungkinkan Anda untuk mendengarkan CD Audio maupun stereo dengan kualitas yang sama dengan format WAV/PCM. Sampling ratenya berada pada angka 44100Hz dengan 2 stereo pada bit 16. Durasinya bisa mencapai 75 menit serta dynamic pada range 95dB.

Keunggulan:

  • Kelebihan utama dari format ini adalah kualitas suaranya yang tergolong sangat bagus.

Kelemahan:

  • Untuk kelemahan, karena merupakan produk keluaran Apple, maka format ini tidak akan bisa diputar pada perangkat yang menggunakan sistem operasi Windows. AIFF ini hanya mendukung untuk sistem operasi Mac.
  • Formatnya cukup besar sehingga jarang ditemukan di internet.

Format MP3 (MPEG Audio Layer 3)

MP3 ini adalah format paling umum ditemukan pada file atau data berbentuk audio. Kepopuleran format file MP3 ini dimulai sejak standarisasi yang dilakukan pada tahun 1991. Hingga kemudian tahun 1994 sampai tahun 2000 popularitasnya terus meningkat.

Apalagi dengan munculnya berbagai software yang digunakan khusus untuk menjalankan MP3, contohnya Winamp, mp123 dan player lainnya. Pengembangan player ini kemudian turut meningkatkan popularitas format file MP3.

Cara Kerja:

Di dalam MP3, terdapat berbagai komponen dengan fungsi yang penting. Seperti misalnya codec, converter dan firmware. Masing-masing memiliki fungsi dan tugas. Seperti codec yang merupakan algorithma, bertugas untuk kompresi atau dekompresi data atau file oleh converter.

Sedangkan converter bertugas untuk mengkonversi data yang berbentuk digital menjadi analog dan sebaliknya. MP3 paling sederhana, paling tidak memiliki 1 converter. Tugasnya mengkonversi data berbentuk digital menjadi data analog menggunakan codec dan sebuah software yang akan mengaplikasikan codec kepada converter.

Dengan komposisi yang merupakan player paling sederhana ini, software atau player hanya bisa memutar satu format file saja, yaitu MP3. Jika ingin memberikan fungsi lebih, seperti merekam suara atau memainkan lebih dari 1 format maka dibutuhkan converter dan codec lebih dari satu.

Keunggulan:

  • Kapasitas penyimpanan untuk format file ini cukup kecil.
  • Format audio yang paling sering digunakan dan biasanya juga digunakan sebagai output untuk file audio.

Kelemahan:

  • Bit rate yang terbatas, yaitu maksimal 320kbit/s. Padahal, untuk beberapa encoder bahkan bisa memberikan bit rate lebih tinggi.
  • Kualitas file sudah berkurang karena sudah mengalami proses kompresi.
  • Resolusi dari frekuensi juga dibatasi oleh ukuran window.

Format MIDI

Midi merupakan standar dari perusahaan alat musik elektronik berupa rangkaian spesifikasi yang memungkinkan instrumen-instrumen busa berkomunikasi. Dengan begitu, perangkat seperti komputer dan keyboar bisa saling melakukan sinkronisasi.

Cara Kerja

Cara kerjanya hampir sama dengan cara kerja komputer yang terdiri dari komponen tertentu seperti CPU dan lainnya. Terdapat tuts sebagai controller, generator sebagai sumber bunyi, amplifier untuk penguat suara dan speaker sebagai monitor bunyi.

Komponen-komponen tersebut terpisah secara fisik. Dimana, untuk berkomunikasi, antara penghasil suara dan keyboard itu dihubungkan melalui kabel atau jack MIDI.

Dari komunikasi tersebut kemudian terbentuk perintah MIDI yang kemudian dikirim ke alat lain. Dengan begitu midi tidak bisa mengeluarkan suara.

Keunggulan:

  • Instrumen musiknya dapwt diubah sesuka hati tanpa harus merekam data lagu.
  • Ukuran file cukup kecil, yaitu sekitar 50kb untuk 5 menit lagu.
  • Tidak butuh perangkat berspesifikasi tinggi

Kekurangan:

  • Efek yang tersedia terbatas.
  • Kualitas instrumen musiknya bergantung pada soundcard MIDI (instrumen) yang digunakan.

Format Ogg

Terakhir ada format Ogg yang merupakan format yang bisa didapat secara gratis untuk penyimpanan yang sangat efisien serta untuk streaming. Selain ogg ada juga codec audio gratis bernama Vorbis yang pemasangannya bersamaan dengan pemasangan ogg.

Keunggulan:

  • Kapasitas penyimpanan kecil sehingga bisa lebih menghemat memori penyimpanan.
  • Codec ini bisa didapatkan secara gratis.

Kekurangan:

  • Suara yang dihasilkan tidak begitu bagus karena sudah melalui proses kompresi yang menghilangkan data atau file suara yang tidak dibutuhkan.
  • Olayer yang mendukung format file ini masih sedikit sehingga masih sedikit pula player yang bisa memainkan file ini.

Adanya berbagai format audio ini akan memberikan Anda beragam pilihan format penyimpanan file yang bisa digunakan untuk menyimpan file atau data berbentuk audio. Banyaknya variasi yang diberikan ini tentu juga akan memudahkan Anda untuk memilih jenis format audio mana yang kompatible atau sesuai dengan player yang digunakan sehingga bisa dimainkan dari perangkat yang Anda gunakan.

Sudah lihat ini?

About the Author: Tekkun

Di sini saya akan memberikan pengalaman seputar teknologi mulai dari komputer-laptop hingga sampai Handphone. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *