Komponen-komponen Motherboard Dan Fungsinya Lengkap

Mengetahui komponen-komponen motherboard dan fungsinya memang menjadi hal yang cukup penting dalam dunia komputer karena menjadi salah satu komponen utama.

Sebagian besar orang banyak yang mengenali motherboard ataupun mainboard sebagai papan induk ataupun papan sirkuit yang digunakan sebagai tempat menyatunya semua perangkat keras menjadi saling terhubung.

Dapat dikatakan bahwa motherboard memang menjadi pusat penghubung dari semua perangkat keras dalam komputer yang ada. Nah, ketahui komponen-komponen motherboard dan fungsinya dalam penjelasan di bawah ini!

Perlu diketahui bahwa partikel di dalam motherboard ini saling terikat sehingga ketika salah satu bagiannya ada yang tidak menyatu maka akan membuat kinerja komputer maupun laptop menjadi kurang maksimal. Tentunya, ketika motherboard rusak akan merusak komputer juga!

Sudahkah Anda mengetahui bagian ataupun komponen dari motherboard dan fungsi masing-masingnya? Yuk ketahui seputar penjelasannya di bawah ini.

Berikut bagian komponen-komponen Motherboard dan Fungsinya:

Socket Prosessor / CPU Socket

Socket prosessor adalah tempat terpasangnya prosessor tersebut, apabila dilihat secara fisik maka area tersebut dikelilingi 4 lubang sebagai penyanga Heatsink fun. Hal tersebut dikarenakan prosesor memerlukan penghantar panas saat bekerja. Nah, pilihlah prosesor yang sesuai dengan motherboard Anda. Nah, Anda bisa memilih motherboard untuk AMD sesuai dengan prosessor Intel.

Slot Memory

Dilihat secara fisik slot memory ini memiliki bentuk memanjang sesuai dengan panjang RAM. Untuk letaknya memang bersebelahan dengan socket prosessor yang biasanya jumlahnya lebih dari satu slot.

Untuk setiap jenis RAM DDR, DDR2, dan DDR3 mempunyai slot tersendiri sehingga jangan salah membelinya pada bagian motherboardnya.

Slot IDE dan Slot SATA

Selanjutnya, terdapat slot IDE dan slot Sata yang memiliki bentuk berbeda tetapi fungsinya sama yaitu menjadi penghubung CD-ROM dan Hardisk ke motherboard. Nah, ciri fisik IDE yaitu bentuknya memanjang sesuai dengan fisik kabel data IDE. Sedangkan slot SATA bentuknya lebih kecil sehingga tidak terlalu banyak memakan tempat karena bentuknya memang kecil.

Ketahui juga bahwa slot IDE umumnya ada pada motherboard lama, jadi untuk motherboad jaman sekarang sudah banyak yang menggunakan slot SATA. Kini memang sulit menjumpai adanya hardisk IDE.

Slot AGP dan PCI Express X16

Selanjutnya juga terdapat slot AGP dan PCI Express X16 yang merupakan tempat dipasangnya VGA card maupun graphic card. Tentunya, kedua slot tersebut berbeda jenisnya. Untuk slot AGP merupakan jenis lama yang cukup sulit ditemukan, sedangkan slot PCI sekarang ini memang yang paling sering dijumpai pada motherboard sebagai penghubung dengan kartu grafis.

Ketahuilah untuk posisi slot ini berdekatan dengan slot PCI yang sejajar. Nah, slot AGP dan PCI jumlahnya hanya satu saja per motherboard dengan bentuknya yang memanjang menyesuaikan dengan VGA Card.

Slot PCI dan PCI Express x1

Untuk jenis slot yang satu digunakan memasang peripheral tambahan karena bentuk PCI Express x1 memang lebih kecil. Ketahuilah bahwa jenis ini dibagi menjadi dua macam yaitu PCI Express x16 yang digunakan pada VGA Card dan PCI Express x1 untuk memenuhi perihal tambahan yang biasanya tersedia dalam jumlah lebih satu slot yang digunakan untuk mengantisipasi peripheral tambahan yang terpasang.

BIOS

Kenalilah bahwa BIOS singkatan dari Basic Input Output Sistem yang berupa chip digunakan untuk mengontrol perangkat keras pada komputer yang bertanggung jawab untuk kesiapan perangkat dalam melalukan booting kemudian mengecek hardware yang terpasang.

Nah, BIOS sekarang ini digantikan dengan UEFI yang hadir dengan teknologi canggih. Untuk bentuk secara fisiknya BIOS hampir mirip, seperti chip yang tidak menentu pada motherboard. Tetapi, untuk mengetahui jenis BIOS yang digunakan maka Anda bisa mengeceknya pada nama produsen yang terdapat pada bagian alasnya.

Battery CMOS

Selanjutnya komponen-komponen motherboard dan fungsinya juga terdapat komponen battery CMOS singkatan dari Complimentari Metal Oxide Semicondutor yang sebenarnya adalah batterai kecil digunakan untuk memberikan daya pada BIOS yang digunakan untuk menyimpan semau settingan.

Nah, untuk bentuknya hampir mirip seperti baterai jam tangan tetapi untuk ukurannya memang lebih besar. Nah, ketika Anda mencabut baterai tersebut maka sama saja Anda bisa mengatur ulang settingan BIOS ke menu default yang tersimpan pada betterai CMOS sehingga semua file akan hilang.

Jadi, ketika Anda lupa akan password BIOS bisa langsung cabut saja baterainya ya.

Power Connector

Ketahuilah, tentunya komponen konektor juga tak jauh lebih penting dari bagian yang lainnya. Nah, connector ini fungsinya untuk menghubungkan antara connector dengan power supply agar motherboard tersebut bisa mendapatkan daya listrik yang berjumlah 20-24 pin.

I/O Ports

Komponen selanjutnya yaitu I/O ports yang dapat Anda gunakan dari luar casing yang merupakan bagian dari kumpulan port sebagai proses input dan output pada data komputer yang terdiri dari LAN, VGA, SERIAL, PS/2, dan USB.

Pin Kabel Front Panel

Ketahui pula bahwa komponen dalam motherboard selanjutnya yaitu terdapat pin kabel front panel yang memiliki bentuk seperti jarum yang digunakan untuk memasang restart, led power, led hardisk, dan juga tombol power yang ukuran kabelnya sangat kecil sehinga dapat dibantu dengan membaca tulisan yang terdapat di sekitar pin front panel pada setiap motherboardnya.

Tentunya ketika ada satu kesalahan saja pada pin kabel front panel akan membuat komputer tidak dapat dijalankan secara semestinya, bahkan bisa juga menjadi error.

Demikianlah seputar penjelasan mengenai komponen-komponen motherboard dan fungsinya yang saling terhubung antara satu dengan lainnya. Semoga bermanfaat!

Sudah lihat ini?

About the Author: Tekkun

Seorang yang sangat antusias terhadap teknologi yang terbaru dan berniat ingin membagikan pengalaman seputar teknologi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *