Macam-Macam Sensor Dan Prinsip Kerjanya

Ada bermacam-macam sensor yang berguna bagi masyarakat untuk mendeteksi beberapa jenis barang yang ada lingkungan sekitar, cara kerja yang digunakan juga tidak sama.

Sensor merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mendeteksi berbagai macam keadaan lingkungan baik dari segi fisik maupun kimiawinya.

Macam-macam sensor dan fungsinya disesuaikan dengan tujuan sensor tersebut dibuat.

Sensor cukup sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga benda ini tergolong sangat penting.

Berbagai macam keadaan lingkungan bisa terdeteksi menggunakan sensor apabila sesuai dengan jenis sensornya.

Macam-macam sensor yang dibuat, memang didesain khusus untuk berbagai kegiatan.

Keberadaan sensor juga sangat membantu manusia dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Ada banyak perusahan terkenal yang memproduksi sensor dengan berbagai macam jenis.

Jenis-jenis sensor memang cukup banyak, dengan berbagai macam model, fungsi, harga, kualitas, dan kegunaannya.

Setiap sensor telah dilengkapi dengan prosedur kerja yang benar agar pengguna lebih mudah dalam mengaplikasikannya.

Berikut adalah beberapa jenis sensor yang sering digunakan:

Sensor Proximity

Sensor proximity memungkinkan untuk bisa mendeteksi logam, meskipun tanpa kontak fisik.

Sensor tersebut dilengkapi dengan solid-state yang dibungkus sangat rapat agar terlindung dari pengaruh cairan, getaran, kimiawi dan sifat korosif yang terlalu berlebihan.

Sensor jenis proximity dapat digunakan untuk melacak benda yang sangat kecil sekaligus lunak agar mekanis saklar bergerak. Sudah banyak yang menggunakan sensor jenis ini di masyarakat.

Untuk mematikan sensor proximity bisa dilihat: cara mematikan sensor proximity di hp android.

Sensor Magnet

Macam-macam sensor yang selanjutnya bernama magnet sensor. Sensor semacam ini sama halnya dengan saklar yang terdapat tombol on dan off yang bergerak apabila ada medan magnet disekitarnya.

Kemasan hampa merupakan suatu bentuk kemasan yang digunakan pada sensor magnet, sehingga harus bebas dari uap, asap, debu, maupun kelembaban.

Kondisi keluara akan berubah jika disekitar sensor terdapat medan magnet yang mempengaruhi. Nama sebutan lain dari sensor ini yaitu relai buluh.

Sensor Sinar

Terdapat 3 kategori dalam sensor sinar, yang pertama sel solar atau foto voltaic yang dapat mengubah sinar matahari secara langsung menjadi sebuah listrik yang menghasilkan tegangan yang disebabkan karena adanya pergerakan elektron.

Yang kedua adalah foto konduktif yang memungkinkan terjadi perubahan pada sel-sel di dalamnya, karena jika intensitas cahaya matahari semakin tinggi maka nilai tahanannya akan semakin rendah.

Foto listrik, sebagai conroh leser atau inframerah. Kondisi ini terjadi jika posisi jarak dan pemantulnya berubah.

Sensor Ultrasonik

Sensor jenis ultrasonik dapat mendeteksi adanya gelombang suara. Prinsip kerja sensor ultrasonik ini yaitu setelah memperoleh suarah, lalu menangkap kembali gelombang suara berdasarkan waktu sebagai salah satu prinsip dasar kerjanya.

Perbedaan waktu yang digunakan dalam sensor ultrasonik menggunakan perbandingan lurus jarak dan tinggi objek saat memantulkannya. Sensor jenis ini dapat mendeteksi objek berupa cair, tekstil, padat dan butiran.

Sensor Tekanan

Salah satu perantara yang digunakan dalam sensor tekanan adalah kawat. Terdapat fitur transduser pada sensor tekanan yang berperan dalam mengukur tegangann kawat dengan mengubah tegangan mekanis yeng menghasilkan tegangan listrik.

Sensor ini dapat terdeteksi karena adanya perubahan panjang kawat dengan luas penampangnya.

Sensor ini merupakan jenis sensor yang cukup akurat dan digunakan untuk mengukur tekanan disekitar lingkungan.

Sensor Kecepatan RPM

Prinsip kerja suatu sensor kecepatan berbanding terbalik dengan kinerja motor.

Tegangan yang dihasilkan oleh sensor kecepatan ini sebanding dengan tingkat kecepatan putaran suatu objek. Cara kerjanya yaitu saat objek atau poros berputar dalam suatu generator.

Saat medan magnet terjadi, maka dapat diukur menggunakan sensor pulsa magnetis.

Memang sedikit rumit proinsip kerjanya, akan tetapi jika Anda langsung mencoba maka hal ini akan lebih mudah ketimbang hanya dibayangkan.

Sensor Penyendi atau Econder

Prinsip kerja yang digunakan yaitu dapat mengubah putaran atau gerakan linier menjadi sebuah sinyal digital.

Ada dua sensor yang sering digunakan dalam sesor penyendi, diantaranya yaitu penyendi absolut dan penyendi rotari tambahan.

Sensor penyensian absolut menghasilkan pembentukan suatu pengkodean dalam susunan tertentu dengan menggunakan teknik kinerja perkecualian yang memungkinkan terjadinya kerapatan pada pulsa gelombang dengan jumlah yang lebih banyak.

penyendi rotari tambahan mempunyai prinsip kerja yaitu mentram=nsmisi pulsa dalam jumlah tertentu untuk menghasilkan putaran. Pada objek yang diputar, gelombang kotak akan muncul dan terdeteksi.

Sensor Suhu

Dalam penggunaannya, macam-macam sensor suhu diantarnya yaitu : IC sensor, termistor, RTD atau resistance temperature detector dan TC atau thermocouple.

Ic sensor menggunakan output tegangan dengan arus linier, berguna untuk melemahkan penginderanya dengan menggunakan chips silokon.

Thermocouple mempunyai dua pasanga transduser yang satu panas dan yang satunya lagi dingin. Terdapat perbedaan yang digunakan sebagai pembanding.

RTD mempunyai tahanan listrik yang sebanding dengan suhu dari logam yang bervariasi.

Sedangkan cara kerja termistor yaitu dengan cara meningkatkan suhu sehingga koefisien suhinya negatif. Sensor ini sangat sensitif terhadap perubahan suhunya.

Macam-macam jenis sensor yang telah dijabarkan di atas mempunyai fungsi dan cara kerja yangberbeda sesuai dengan kebutuhannya. Untuk mendapatkan sensor yang baik, pilihlah jenis sensor yang paling tepat.

Sudah lihat ini?

About the Author: Tekkun

Seorang yang sangat antusias terhadap teknologi yang terbaru dan berniat ingin membagikan pengalaman seputar teknologi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *