Penyebab dan Cara Mengatasi Komputer yang Mati Sendiri

Komputer yang mati sendiri seringkali membuat kita jengkel dan kesal. Hal itu karena kita merasa sudah menjaganya dengan baik dan terhindar dari benturan, air, dan terjatuh namun nyatanya komputer tetap rusak/mati. Oleh sebab itu, penyebab dan cara mengatasi komputer mati sendiri perlu diketahui.

Komputer yang mati sendiri dapat diakibatkan karena beberapa hal seperti debu yang menumpuk, fan processor yang sudah tidak dapat berfungsi, Thermal paste kering, kerja komputer yang terlalu berat, dan sistem operasi yang tidak stabil. Oleh sebab itu, Anda harus mengatasi permasalahan tersebut.

Namun, Anda tidak perlu khawatir karena komputer yang mati sendiri. Semua tentu ada caranya. Akan tetapi, sebelum Anda mengetahui cara mengatasi kendala tersebut sebaiknya Anda mengetahui penyebabnya terlebih dahulu. Pada paragraf di bawah ini akan di ulas penyebabnya secara rinci.

Ketika Anda hendak mengerjakan tugas kantor, tugas kuliah, ataupun bermain game dan Anda kemudian menemukan kondisi komputer tidak bisa nyala akan menyebabkan Anda kesal. Banyak penyebab yang akan menyebabkan komputer mati sendiri.

Berikut adalah beberapa faktor penyebab yang mempengaruhinya:

Debu yang Menumpuk pada Komputer

Hal pertama yang akan membuat komputer mati sendiri yakni debu yang menumpuk pada komputer. Debu masuk ke dalam komputer melalui celah-celah yang tidak rapat dari hardware komputer. Kemudian debu tersebut menumpuk dan bersarang di dalam casing komputer. Hal itu sangat tidak baik.

Umumnya debu akan menumpuk pada motherboard, kipas, headsink, sambungan kabel serta komponen lainnya. Kondisi demikian akan membuat aliran udara pada pendingin komputer terhambat kerjanya. Hal tersebut akan mengakibatkan udara panas akan menumpuk pada bagian dalam komputer.

Kondisi demikian membuat udara panas menumpuk dan tidak adanya sirkulasi udara dingin yang akan mentralisir kondisi tersebut. Dampak dari kejadian tersebut yaitu terhadinya overheating. Nah, overheating inilah yang akan menyebabkan komputer mati sendiri.

Anda tidak perlu khawatir dengan hal tersebut karena sebenarnya semua dapat diatasi dengan cukup mudah. Anda hanya perlu membuka casing komputer maupun laptop. Kemudian Anda bersihkan secara perlahan dengan menggunakan penyedot debu.

Perlu diperhatikan bahwa debu umumnya akan menumpuk pada motherboard, kipas, headsink, sambungan kabel, dan saluran udara keluar. Oleh sebab itu, fokus pada bagian tersebut. Perlu diperhatikan ketika pemasangan kembali agar tidak kendor.

Fan/ Kipas Processor yang Rusak

Penyebab komputer yang mati tiba-tiba juga dapat diakibatkan karena fan/kipas processor yang rusak. Kipas processor akan memengaruhi temperature di dalam komputer. Oleh sebab itu, peran kipas processor amatlah penting.

Sebaiknya periksa kipas processor secara berkala guna menghindarkan komputer dari overheating. Lakukan pemeriksaan komputer secara berkala ketika Anda membersihkan komputer dari debu. Perhatikan rotasi dari kipas apakah masih berjalan normal ataukah mengalami kendala.

Ketika kinerja kipas berjalan normal maka cukup bersihkan kipas dari debu yang menempel. Namun, ketika kinerja kipas melambat atau mati maka lakukan pergantian kipas. Perlu diperhatikan bahwa pergantian kipas haruslah sesuai dengan merk dan spesifikasinya.

Perbedaan spesifikasi maupun merk kipas akan membuat laptop Anda bekerja lebih keras karena daya yang dibutuhkan tentunya berbeda. Kipas yang sesuai dengan spesifikasi akan membuat daya yang dibutuhkan sesuai dengan spesifikasi dari komputer Anda.

Thermal Paste (Pasta Processor) yang Kering

Komponen thermal paste yang kering akan menyebab komputer Anda mengalami mati secara sendiri. Kondisi demikian tentunya akan membuat Anda kesal dan jengkel. Oleh sebab itu, selalu pastikan bahwa kondisi thermal paste selalu dalam kondisi optimum.

Bagi Anda yang belum mengetahui thermal paste, thermal pasti ini umumnya disebut sebagai pasta processor. Pasta processor ini terletak di antara heatsink dan processor. Seperti namanya pasta processor ini berbentuk pasta yang umumnya di oles pada bagian atas processor.

Processor yang merupakan otak dari komputer bekerja keras untuk menunjang segala fungsi dari komputer. Kerja tersebut menghasilkan panas yang akan di transmisikan ke dalam pasta processor. Pemindahan panas tersebut membuat processor tetap dalam keadaan optimal.

Pasta processor kemudian akan didinginkan oleh fan processor yang membuat temperature suhu di dalam komputer tetap stabil dan mencegah terjadinya overheating. Ketika thermal paste kering, maka processor tidak dapat mentransmisikan kalor ke heatsink. Hal tersebut meningkatkan resiko overheating.

Overheating terjadi karena kalor di dalam processor akan meningkat secara signifikan akibat tidak adanya media untuk mentransmisikan kalor. Apabila hal ini berlangsung secara terus menerus kemungkinan komputer Anda akan mati secara total.

Namun, Anda tidak perlu khawatir karena hal tersebut tidak akan terjadi ketika Anda melakukan maintenance dengan baik. Periksa kondisi thermal paste secara berkala. Apabila thermal paste kering maka gantilah dengan kualitas yang sama dengan sebelumnya.

Beban Komputer yang Terlalu Berat

Kondisi komputer yang mati sendiri juga dapat terjadi karena beban komputer yang terlalu berat. Ketika Anda terlalu banyak melakukan kegiatan multitasking di perangkat komputer maka kerja processor akan semakin besar. Hal tersebut membuat beban terhadap komputer.

Apabila Anda melakukan hal tersebut selama berhari hari maka akan menyebabkan komponen bekerja ekstra dan terjadinya kondisi overheating. Kondisi demikian akan menyebabkan komputer mati secara sementara.

Umumnya kondisi demikian akan membuat komputer mati selama 1 hingga 2 jam. Sebaiknya jangan menyalahkan komputer secara paksa karena akan membuat komputer mati secara total. Beri lah waktu istirahat guna mendinginkan setiap komponen pada komputer.

Untuk mengoptimalkan kondisi pendinginan komponen maka sebaiknya lakukan proses pendinginan di ruangan AC/ berpendingin udara. Hal tersebut akan membuat komponen komputer lebih cepat dingin dan membuat komputer mampu bekerja secara normal.

Sistem Operasi Mengalami Bug (Tidak Stabil)

Penyebab komputer mati secara tiba-tiba yang kelima yaitu sistem operasi mengalami bug. Kondisi demikian dapat diakibatkan karena Anda salah melakukan install aplikasi maupun driver tertentu. Proses intall aplikasi maupun drive yang tidak sesuai akan menyebabkan komputer mengalami bug.

Ketika komputer mengalami bug umumnya kinerja komputer akan terganggu. Hal itu akan diperparah ketika komputer Anda mengalami crash. Kondisi komputer yang mengalami crash, akan menyebabkan komputer mati secara tiba-tiba.

Berikut Cara Mengatasi Komputer yang Mati Sendiri tiba-tiba:

Bersihkan Debu pada Komputer

Salah satu penyebab komputer mati sendiri yaitu debu yang menumpuk pada komponen komputer. Oleh sebab itu, lakukan pembersihan secara berkala debu yang berada di komponen komputer. Gunakan vacum mini guna mempermudah membersihkan debu di dalam komponen komputer.

Debu yang menumpuk terlalu banyak di komponen komputer akan menyebabkan komputer overheating. Kondisi demikian akan menyebabkan komputer mati secara tiba-tiba. Oleh sebab itu, bersihkan komputer secara rutin guna menghindari hal tersebut terjadi.

Scan Disk

Lakukan scan disk dengan cara klik kanan pada directory yang hendak di scan. Sebagai contoh missal D:/. Pilih properties lalu masuk ke tools dan eror-checking klik check now. Kemudian berikan tAnda cek di automatically fix file system error dan scan for and attempt revovery bad sector. Selanjutnya klik start.

Scan Komputer dengan Anti Virus

Serangan malware maupun sejenisnya akan membuat komputer mengalami mati secara tiba-tiba. Untuk menghindari hal demikian maka lakukan proses scan anti virus secara berkala guna menangkal serangan malware maupun berbagai virus lainnya. Gunakan anti virus yang terpercaya dan handal.

Periksa Power Supply

Power supply yang digunakan pada perangkat komputer Anda haruslah sesuai dengan kebutuhan komputer Anda. Apabila power supply tidak sesuai spesifikasi maupun kualitas dari power supply buruk maka akan memengaruhi kinerja dari komputer.

Untuk mencegah kondisi demikian maka lakukan pengecekan terhadap kebutuhan daya komputer. sesuaikan daya komputer dengan kebutuhan. Selain itu beli lah power supply yang berkualitas guna cara mengatasi komputer mati sendiri.

Perhatikan Masalah Overheat Processor

Overheat processor terjadi ketika kondisi temperature meningkat secara berkala dan di luar ambang batas. Limitasi suhu processor berbeda beda, Oleh sebab itu, ketahui nilai limit tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut maka Anda dapat melakukan langkah di bawah ini.

Lakukan Pergantian Thermal Processor

Kondisi overheating mungkin terjadi karena thermal processor kering. Oleh sebab itu, lakukan pergantian thermal processor guna membuat transmisi kalor dari processor ke heatsink terganggu. Oleh sebab itu, gantilah thermal processor yang berkualitas.

Periksa HSF Rusak

Kondisi overheating juga mungkin terjadi karena kondisi HSF rusak atau tidak dapat bekerja dengan normal. Lakukan pergantian HSF ketika Anda mendapatkan kendala demikian. Namun, sebelum menggantinya maka lakukan pengecekan terlebih dahulu mengenai kondisi HSF tersebut.

Periksa Tombol Power Komputer

Kematian komputer secara tiba-tiba juga dimungkinkan adanya masalah di dalam power komputer. Tombol power akan terhubung ke mother board. Tombol power dan motherboard dihubungkan dengan kabel. Oleh sebab itu, periksa apakah kondisi kabel normal atau tidak.

Ketika kabel putus maka tidak akan adanya aliran daya yang menyebabkan komputer mati secara tiba-tiba. Maka ganti atau sambungkan kabel guna membuat komputer menyala kembali dengan kondisi normal.

Reinstall Windows

Kondisi mati secara tiba-tiba pada perangkat komputer juga dapat terjadi karena kesalahan install aplikasi maupun Windows. Maka lakukan proses reinstall Windows guna membuat komputer berjalan normal. Namun kondisi demikian seringkali mengalami kegagalan, tingkat keberhasilan hanya 74%.

Periksa RAM Komputer

RAM merupakan komponen dari komputer yang memiliki ketahanan apabila dibandingkan dengan komponen lainnya. Oleh sebab itu, ketika Anda bermasalah dengan RAM maka lepaskan RAM dari komputer dan bersihkan kuningannya maka komputer akan berjalan normal kembali.

Periksa VGA

Komponen VGA juga dapat mempengaruhi kinerja komputer Anda khususnya ketika komputer sering digunakan untuk bermain game. Umumnya ketika Anda mengalami masalah di VGA maka komputer akan mati sendiri atau no display ketika membuka aplikasi berat.

Periksa Motherboard

Kondisi mati secara tiba-tiba dapat terjadi karena kerusakan di motherboard. Namun, kerusakan pada motherboard akan sulit dideteksi karena komponen ini sangat rumit.

Itulah faktor penyebab dan cara mengatasi komputer mati sendiri. Cara di atas cukup mudah namun membutuhkan konsistensi dalam melakukan maintenance. Periksa secara berkala agar kondisi komputer mati sendiri tidak terjadi pada perangkat komputer Anda.

Sudah lihat ini?

About the Author: Tekkun

Di sini saya akan memberikan pengalaman seputar teknologi mulai dari komputer-laptop hingga sampai Handphone. Semoga bermanfaat.

1 Comment

  1. wah penjelasannya begitu lengkap ya !, terima kasih ya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *